Senin, Maret 02, 2015

Bangun Masjid Megah, Siswa SMPN 107 Jaksel Dimintai Uang Sejak 2007

METRO86, JAKARTA - Meskipun pemerintah giat mensosialisasikan peraturan larangan pungutan pada para siswa-siswi mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA maupun  SMK di DKI Jakarta, namun masih ada saja sekolah yang nekat melakukan pungutan dengan dalil sumbangan untuk membangun masjid sekolah.

Ironisnya, pungutan itu dilakukan sejak 2007 di SMPN 107 Jakarta Selatan, Jalan Raya Pejaten Komplek Depdiknas, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pungutan sumbangan tersebut dilakukan sejak 2007 dengan bukti proposal yang dilayangkan ke seluruh orang tua siswa di sekolah yang masuk kategori Sekolah Standar Nasional ini dengan total anggaran Rp 500 juta.    

Dalam proposal yang ditandatangani Kepala Sekolah SMPN 107 Jakarta Selatan, Drs. Abdul Rozak, MM dan Ketua Komite SMPN 107 Jakarta Selatan, Ghani KS pada tanggal 1 Maret 2007, itu pemngutan dana dari siswa tersebut diperuntukan untuk membangun masjid 2 lantai di atas tanah luas 300 meter persegi di dalam lingkungan sekolah.

"Dalam proposal itu dituliskan pelaksanaan diperkirakan 1 tahun. Tetapi ini sudah 8 tahun pihak sekolah masih tetap memungut sumbangan. Padahal masjid pun sudah hampir selesai," jelas salah satu orang tua siswa yang tak mau disebutkan namanya, kemarin.

Ia menambahkan, selain setiap hari siswa-siswi diminta mengumpulkan uang sumbangan yang nilainya bervariasi juga saat penerimaan rapor siswa-siswi orang tua dimintai sumbangan dengan disodori form pungutan tersebut. "Anehnya ditanya hingga kapan sumbangan itu, guru enggan memastikan bilangnya bangunannya belum selesai," katanya.   

Pungutan itu tentunya sangat membebankan orangtua sisiwa, apalagi dilakukan 8 tahun hingga pergantian empat kepala sekolah masih juga dilakukan. Bahkan, pihak sekolah belum tahu estimasi selesainya sumbangan tersebut karena bangunan masjid masih dalam tahap pekerjaan finishing.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 107 Jakarta Selatan, H. Poniran, membantah kalau pungutan sumbangan itu disebut 'pungutan liar'. Soalnya jelas dalam surat edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, No.3/SE/2015 Tentang Tindak Lanjut Pasca Deklarasi jelas dilarang melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun. Begitu juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

"Dalam peraturan jelas tidak boleh. Itu adalah menghimpun dana dari siswa-siswi yang tidak ditetapkan nominalnya agar menyisihkan sedikit uang jajan mereka untuk pembangunan masjid. Jadi bukan pungutan liar sekali lagi saya tekankan. Ini juga merupakan upaya mendidik siswa - siswi untuk menjalankan ibadah sesuai iman Islam menyumbang untuk pembangunan masjid," kata Poniran, saat dikonfirmasi di sekolah yang dipimpinnya tersebut, kemarin.

Ia pun tak menampik bahwa penghimpunan dana tersebut dilakukan sejak 2007 lalu. Bahkan sudah 4 kali berganti kepala sekolah, penghimpunan dana itu masih dilakukan.

“Ini juga kita sudah laporkan ke Sudin Jaksel. Dan pembangunannya memang masih berlangsung hingga sekarang. Bisa dibilang ini masjid termegah yang ada di  lingkungan sekolah yang ada di Jakarta," tandasnya. (jek)

Selasa, Oktober 04, 2011

Mengkhawatirkan, Kerusakan Ozon di Kutub Utara Kian Parah

JAKARTA, M86 - Rusaknya lapisan ozon di langit Kutub Utara sudah kian parah. Seperti yang telah terjadi di Kutub Selatan, baru kali inilah langit di Kutub Utara sudah membentuk "Lubang Ozon."

Demikian menurut penilaian tim peneliti, yang dihimpun stasiun berita BBC, seperti dilansir Selasa (4/10). Mereka mengungkapkan bahwa 80 persen dari lapisan ozon yang berjarak 20 km dari permukaan tanah di Kutub Utara sudah hilang.

Penyebabnya, tidak seperti biasa, adalah lamanya cuaca dingin di ketinggian tertentu. Dalam kondisi dingin, muncul senyawa kimia klorin yang menghancurkan ozon.

Dalam laporan yang dimuat di jurnal Nature, tim ilmuwan mengaku mustahil untuk memprediksi kapan situasi itu bakal terulang. Data awal mengenai hancurnya lapisan ozon di langit Kutub Utara sebenarnya sudah dipublikasikan April lalu. Namun, laporan yang dimuat di jurnal Nature baru kali pertama yang menganalisa data secara lengkap.

"Cuaca dingin di lapisan stratosfer Kutub Utara sangat variatif, ada yang hangat tapi ada pula yang dingin," kata Michelle Santee, ilmuwan dari Badan Antariksa AS (NASA). "Namun, dalam beberapa dekade terakhir, cuaca dingin itu semakin parah," lanjut Santee.

Unsur kimia penghancur ozon berasal dari sejumlah subtansi, terutama dari chlorofluorocarbons (CFCs). Dalam beberapa abad terakhir, substansi itu populer digunakan untuk peralatan rumah tangga, seperti kulkas dan pemadam api.

Dampak negatif CFC telah terlihat di Kutub Selatan. Zona itu selalu mengalami penipisan ozon setiap musim dingin. Itulah sebabnya penggunaan CFC sudah dilarang melalui perjanjian Montreal Protocol 1987 dan kesepakatan-kesepakatan berikut.

Lapisan ozon berguna untuk menangkal sinar ultraviolet-B dari matahari. Manusia yang terkena sinar itu secara langsung bisa berisiko menderita kanker kulit dan gangguan kesehatan lain. (cok)

Kamis, September 29, 2011

Angkutan Umum Berkaca Gelap Marak di Blok M

JAKARTA, M86 - Meski operasi penertiban angkutan umum berkaca gelap terus dilancarkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ternyata masih banyak sopir yang membandel dengan menggunakan kaca film gelap pada kendaraannya. Bahkan, saat razia digelar di Terminal Blok M, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (29/9) sedikitnya 66 angkutan umum jenis Metromini dan Kopaja terjaring karena kedapatan menggunakan kaca film gelap.

"Ini kali kedua dilakukan di sini. Ada 66 bus baik Metromini atau Kopaja yang kaca filmnya dicopot," kata Oskar Sairin, Kepala Terminal Blok M saat memimpin razia, Kamis (29/9).

Oskar menambahkan, pada razia kali ini jumlah angkutan umum yang terjaring sudah lebih sedikit dari pada razia pertama. Pada razia sebelumnya, petugas berhasil mencopot kaca film pada 93 angkutan umum. "Mungkin ini yang masih bandel, pas razia lalu tidak masuk terminal. Namun secara umum kesadaran awak bus mulai baik. Sudah banyak yang mencopot kaca filmnya sendiri," ujarnya.

Dari 66 angkutan umum yang terjaring, 14 angkutan umum ditilang karena surat-suratnya tidak lengkap. Sementara 1 bus harus dikandangkan karena tidak memiliki surat-surat sama sekali.

"Untuk razia kaca film sekarang, kami masih memberi toleransi asal suratnya lengkap. Tapi untuk yang berikutnya, jika masih ada pelanggaran kaca film akan ikut ditilang," tegas Oskar.

Heni (38) salah satu penumpang yang busnya juga turut menjadi sasaran razia mendukung tindakan tersebut. Ia berharap dengan razia ini, angka kriminalitas di angkutan umum berkurang. "Bagus ini untuk mencegah tindak kejahatan di angkutan umum. Kalau bisa sering dilakukan, agar kita pengguna angkutan umum merasa aman," tuturnya. (dya)

61 Lapak Pedagang di Setiabudi Diobrak-abrik

JAKARTA, M86 - Kondisi Jl H Cokong RT 01/05, Kelurahan Karetkuningan dan berbatasan dengan Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, saat ini sudah tidak memungkinkan untuk menjadi jalan umum dan akan dilebarkan. Untuk memuluskan rencana itu, sebanyak 61 lapak liar milik pedagang di kawasan tersebut ditertibkan petugas. Pembongkaran sempat mendapat protes dari para pedagang makanan, tetapi tidak menyurutkan 80 personel Satpol PP untuk membongkar lapak-lapak tersebut.

"Penertiban ini untuk memudahkan akses jalan dari Jl Pedurenan Menteng Atas ke Jl Jembatan Merah Setiabudi di kawasan Niaga Epicentrum ini," kata Anas Effendi, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Kamis (29/9).

Anas menambahkan, jalan tersebut nantinya akan dilebarkan menjadi 18 meter dari yang sebelumnya hanya 5 meter dengan panjang mencapai 550 meter. Sementara untuk pengerjaannya Pemkot Administrasi Jakarta Selatan hanya menjadi pengawas. "Ini jalan tanggung jawab pengembang kawasan Epicentrum, kita hanya menagihnya sekarang. Makanya segera ditertibkan lebih dahulu," jelasnya.

Sejumlah pedagang mengaku berat meninggalkan lokasi tersebut karena telah berjualan sejak 2002 lalu. Bahkan, seorang ibu terlihat menangis karena belum ada informasi relokasi untuk mereka. "Kita sadar kalau numpang di sini, silakan saja kalau mau bongkar. Tapi pikirkan juga nasib kami," tutur Laras (35) pedagang pecel lele.

Bahkan, beberapa pedagang perempuan yang merasa kesal karena merasa aspirasinya tidak ditanggapi oleh pejabat berwenang, beramai-ramai mengejar Wakil Walikota Jakarta Selatan yang berdiri agak jauh dari tempat pembongkaran. Melihat suasana yang makin memburuk, Wakil Walikota Jakarta Selatan bersama Kasatpol PP Jakarta Selatan, Sulistiarto, langsung meninggalkan tempat tersebut.

Jl Haji Cokong sendiri berada di 2 Kelurahan. Pada bagian jalan yang berada di Kelurahan Karetkuningan, petugas Satpol PP membongkar 35 lapak pedagang. Sedangkan pada bagian Kelurahan Karet, membongkar 26 lapak pedagang. Dengan begitu, total lapak yang berhasil ditertibkan mencapai 61 lapak. (cok)

Senin, Agustus 15, 2011

Mudik Lebaran, Rumah Kosong Mulai Jadi Incaran Penjahat

JAKARTA, M86 - Rumah kosong atau rumah yang sedang ditinggal pergi pemiliknya kini mulai diincar penjahat. Kejahatan berupa pencurian di rumah kosong memang biasanya makin meningkat pada bulan puasa dan Lebaran. Kejahatan tersebut kali ini terjadi di Kebayoran Baru dan di Tebet, Jakarta Selatan.

Para pencuri menggunakan mobil, terjadi di Kebayoran Baru. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, dua penjahat yang menggunakan mobil Toyota Yaris menjebol pintu rumah di Jalan Ciomas RT 01/01 Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/8) siang. Namun kedua orang berbadan besar tersebut tidak berhasil membawa barang berharga apapun dari rumah yang ditinggal penghuninya ini.

Pemilik rumah, Tika (28) sedang pergi ke rumah saudaranya, namun sekitar pukul 13.30 ia dihubungi Ketua RT di kediamannya yang mengabarkan bahwa ada yang menjebol pintu rumahnya.

"Tetangga depan rumah memergoki mereka ke luar dari rumah saya, begitu ditanya, dia mengaku warga Kebonjeruk yang sudah membuat janji," ujarnya.

Saat didesak identitasnya, mereka malah melenggang dan langsung masuk ke dalam mobil berwarna silver dan kabur. Kedua pelaku sudah menjebol pintu depan, diduga dengan linggis, dan gembok pagar rumah itu juga sudah hilang.

Saat kembali ke rumahnya, Tika mendapati kamarnya sudah berantakan, laci lemarinya dibongkar oleh pelaku. "Memang tidak ada barang berharga di kamar, mereka mengacak-acak mencari barang dan uang. Saya sudah gembok pagar, dan kunci pintu depan, tapi gemboknya hilang," tutur ibu rumah tangga ini. Tidak ditemukan linggis atau alat untuk mencongkel yang ditinggal pelaku.

Sementara di Tebet, sebuah rumah di Jalan Tebet Utara 3A, Tebet, dibobol maling Minggu (14/8) siang. Pencuri masuk dengan membobol atap rumah, diduga menggunakan linggis. Di rumah milik Yunita (45), pencuri menjarah harta benda milik penghuni yang sedang bepergian ke Lampung. Para pencuri merusak beberapa pintu kamar korban.

Menurut keterangan adik korban, Ulaida (40), ketika ia sedang memeriksa rumah kakaknya itu, keadaan sudah dalam kondisi berantakan. "Saya lihat kok pintunya nggak dikunci dan rumahnya sudah berantakan. Barang-barang milik kakak saya dijarah maling," ujarnya.

Diperkirakan peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.00. Untuk sementara barang yang dicuri baru diketahui berupa uang tunai Rp 320.000. "Pelaku kelihatannya sudah ahli menjebol dengan benda tumpul dan melakukan aksinya lebih dari satu orang," ujar petugas dari Polsektro tebet yang datang ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyatakan meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi pemiliknya untuk pulang kampung atau mudik Lebaran. Bahkan polisi mendata rumah-rumah kosong itu. (red/*wkc)

Jumat, Agustus 12, 2011

Stasiun Kalibata akan Dilengkapi Terowongan

JAKARTA, M86 - Tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai stasiun berbasis transit oriented development (TOD). Nantinya, stasiun tersebut akan dikembangkan menjadi lebih panjang dan besar, serta akan dibangun terowongan bawah tanah sebagai tempat pejalan kaki yang menghubungkan antara stasiun ke rumah susun sederhana milik (rusunami) Kalibata. Diharapkan revitalisasi selesai akhir 2012, agar pada akhir 2013 warga Jakarta dapat menikmati kenyamanan dan keamanan stasiun tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan kondisi Stasiun Kalibata membutuhkan perluasan dan penambahan kapasitas, mengingat stasiun tersebut dikelilingi oleh sekitar empat rusunami di kawasan Kalibata. Sehingga, dengan kondisi yang sekarang dikhawatirkan tidak dapat menampung banyak warga dari Stasiun Kalibata. Dampaknya, warga akan kembali menggunakan mobil pribadi yang mengakibatkan kemacetan ibu kota makin parah.

“Stasiun Kalibata akan kita tingkatkan kapasitasnya. Tadi kita sudah paparkan secara komprehensif di depan Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Sudah disepakati bersama akan fungsi dan kondisi stasiun ini yang akan dikembangkan lebih luas dan lebar,” kata Fauzi Bowo di Balaikota, Jumat (12/8).

Diakuinya, rencana tersebut bukan solusi yang ideal. Karena solusi yang ideal, rel kereta api di Stasiun Kalibata dinaikkan seperti rel kereta api di Stasiun Manggarai dan Kota. Namun, pelaksanaan rencana tersebut membutuhkan biaya sangat besar, yaitu sekitar Rp 300 miliar per kilometer. Biaya ini tidak mungkin direalisasikan baik menggunakan dana APBD atau APBN.

Karena itu, Pemprov DKI dan Ditjen Perkeretaapian sepakat kembali pada solusi realistis dan pragmatis, yaitu melakukan perpanjangan dan pelebaran stasiun. Rencananya, peron di stasiun akan diperpanjang dan dilebarkan ke arah selatan. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kereta api, karena di sekitar stasiun sudah ada Rusunami Kalibata dengan kapasitas lebih 12 ribu kepala keluarga (KK), dan di seberang rusunami tersebut ada lagi perumahan dengan kapasitas 2-3 ribu KK, serta di Pengadegan sudah terdapat ribuan KK.

“Dengan banyaknya warga yang ada di sana, tidak mungkin dilayani dengan peron yang pendek. Karena kita ingin, kereta api dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif transportasi umum, sehingga mereka tidak perlu menggunakan mobil pribadi. Makanya kita mau buat stasiun lebih nyaman dengan perbaiki seluruh aksesnya,” ujar Fauzi.

Dengan revitalisasi Stasiun Kalibata, jalan lintasan Kalibata yang melewati rel akan ditutup. Sehingga kendaraan dialihkan melalui jalan layang Kalibata. Juga akan dibangun jalan lingkar (loopline) di belakang Mal Kalibata dan Kampus Stekpi yang dapat terhubung dengan jalan layang. Saat ini perencanaannya hampir mendekati final, karena masih ada penyempurnaan yang harus dilakukan, seperti akses penyandang cacat dan harus disesuaikan dengan kebutuhan Jakarta di masa depan. Revitalisasi ini tidak akan mengubah sistem sinyal di Stasiun Kalibata.

Menurutnya, untuk pendanaan belum ditetapkan dan masih dalam perhitungan kasar. Pengerjaan rencana ini dimulai tahun 2011, langkah awalnya adalah merampungkan administrasi seperti Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) pengembang. Karena awalnya, dalam SIPPT stasiun akan dipindahkan, sedangkan sekarang dilakukan revitalisasi stasiun.

“Kita ingin menggunakan hal ini sebagai proses pembelajaran untuk mengembangkan TOD di stasiun-stasiun lain yang direncanakan seperti itu,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan perizinan dengan PT KAI untuk revitalisasi ini sudah beres. Namun ia mengungkapkan perluasan ini memiliki konsekuensi tersendiri. Yaitu, jalan di bawah yang bersinggungan dengan rel kereta api akan ditutup.

“Sebetulnya jalan tersebut sudah tidak bermanfaat, karena sudah ada jalan layang. Jadi kita akan sederhanakan jalur lalu lintasnya. Kami akan ikut membantu mengatur lalu lintas saja. Tahun ini, administrasinya beres. 2012 mulai bangun fisiknya dan tahun depan diharapkan sudah bisa beroperasi,” kata Pristono.

Menurutnya, Stasiun Kalibata akan diperluas ke arah Selatan. Untuk menyiasati penutupan jalan itu, para pengguna kendaraan bermotor dapat melewati putaran yang disediakan yaitu, dekat STEKPI dan dekat dengan Kalibata. (red/*bjc)

Senin, Agustus 08, 2011

3.088 Spanduk di Jaksel Ditertibkan

JAKARTA, M86 - Memasuk hari kelima Ramadhan, Satpol PP Jakarta Selatan berhasil menertibkan sebanyak 3.088 spanduk dan umbul-umbul dari sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. Selain itu, petugas juga berhasil menjaring sebanyak 160 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang kerap menyerbu wilayah Jakarta Selatan saat memasuki bulan Ramadhan. Razia ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada warga dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

"Jumlah itu dari hasil razia sejak tanggal 25 Juli, dan akan terus kami intensifkan," ujar Sulistiarto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Selatan, Senin (8/8).

Dikatakan Sulistiarto, seluruh PMKS yang terjaring langsung dikirim ke Panti Sosial Kedoya dan Panti Sosial Cengkareng untuk diberi pembinaan. "Hingga kini, kami sudah mengamankan sebanyak 3.088 spanduk dan umbul-umbul di sekitar Jakarta Selatan. Baik itu iklan ataupun ucapan selamat puasa dari siapapun," ungkapnya.

Mulai Senin (8/8) hari ini, ditambahkan Sulistiarto, pihaknya juga akan kembali menertibkan spanduk maupun billboard ilegal yang masih terpampang di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. “Sesuai instruksi Kasatpol PP DKI Jakarta, mulai Senin (8/8) besok kami kembali menertibkan spanduk maupun billboard,” katanya.

Sejak awal Ramadhan, diungkapkan Sulistiarto, pihaknya juga berhasil menyita sebanyak 1.500 botol minuman keras (miras). (dya)

Ramai-ramai Coba Kopaja AC Ragunan-Grogol

JAKARTA, M86 - Kehadiran bus Kopaja AC jurusan Ragunan-Grogol disambut antusias warga ibukota. Baru beroperasi, bus bertarif Rp 2.000 langsung penuh dengan penumpang.

Pantauan di lapangan, Senin (8/8), hampir seluruh kursi dalam bus Kopaja AC ini sudah terisi penuh. Dua orang kondektur yang salah seorang di antaranya perempuan melayani penumpang dengan senyuman."Ini ingin coba saja," kata seorang penumpang, Sarjiman, sambil tertawa.

Sarjiman menikmati perjalanannya dalam Kopaja AC bersama seorang rekannya.

Moda transportasi teranyar ini membuatnya sumringah. Sarjiman berharap jurusan lainnya juga beralih menjadi bus AC. "Kalau begini kan enak, cakep dah," kata dia dengan logat Betawi yang kental.

Hal serupa juga dilakukan Indra. Pria ini sengaja menumpang Bus Kopaja AC untuk sekadar menyambangi temannya di daerah Grogol."Kalau bisa sih kalau tarifnya naik enggak usah banyak-banyak," kata Indra.(dya)

Hari Ini, Kopaja AC Mulai Layani Masyarakat

JAKARTA, M86 - Pilihan moda transportasi massal bagi warga Ibu Kota bertambah satu. Rencananya hari ini resmi Kopaja AC dengan trayek S-13 yang melayani rute Slipi-Ragunan beroperasi.

Proyek transportasi yang merupakan kerja sama antara Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dengan PT Sarana Monas Adiguna ini diluncurkan sebanyak 20 unit. "Jam beroperasi disetting di dua tempat, 10 unit dari Grogol, dan 10 unit lagi dari Ragunan belakang," terang Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan, Senin (8/8).

Kopaja AC merupakan generasi baru bus kota di Jakarta. Untuk tahap pertama, kata Billy, Kopaja AC diluncurkan sebanyak 20 unit, namun akan ada penambahan hingga jumlahnya menjadi 75 unit.

Sesuai namanya, bus ini dilengkapi fasilitas Air Conditioner (AC). Yang spesial lagi dari Kopaja AC adalah sistem angkut penumpang yang diberlakukan. Tidak seperti bus kota Kopaja biasa yang seringkali kelebihan muatan atau berdesak-desakan, Billy menjamin Kopaja AC maksimal hanya mengangkut 35 penumpang.

Jika awak Kopaja AC yakni sopir dan kernet nekad mengangkut lebih dari jumlah maksimal yang ditetapkan, dia menegaskan akan ada sanksi tegas, dari mulai surat peringatan hingga teguran keras. "Kami mengutamakan Consumer Safety and Satisfied (CSS)," katanya.

Adapun tarif yang diberlakukan hari ini menurut Billy, masih tarif promosi sebesar Rp2.000. Namun perihal sampai kapan tarif promosi ini berlaku, dia belum bisa memastikan. "Nantinya akan ada kebijakan lanjut hingga tarif normal akan kami kabari. Saat ini masih promosi," tegasnya.

Rute yang akan dilewati Kopaja AC ini adalah Ragunan-TB Simatupang - Lebak Bulus - Arteri Pondok Indah - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - CSW - Ratu Plaza - Senayan - Slipi dan Grogol.

Secara fisik Kopaja ini memiliki warna dominant silver hijau, berbeda dengan warna hijau putih sebelumnya. Bus yang memiliki 27 kursi ini nantinya hanya boleh mengangkut 35 penumpang saja, atau toleransi penumpang berdiri hanya delapan orang. Dalam masa uji coba ini penumpang dikenai tarif Rp 2.000.


Jadi Feeder Busway

Namun demikian sebagian masyarakat menaruh harapan besar agar bus kota jenis ini tidak hanya melayani satu rute dengan trayek Slipi-Ragunan, tetapi juga bisa menjangkau daerah lainnya. Bahkan, jika perlu menjadi tambahan bus TransJakarta atau busway yang jumlahnya dirasa masih kurang.

“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” kata Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.

Menanggapi masukan ini, Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan mengaku keberatan dengan hal tersebut. Kendati, dirinya mengaku pasrah jika itu jadi keinginan pemerintah DKI Jakarta. "Saya keberatan karena target kami menjadikan bus ini sebagai feeder bus TransJakarta (pengantar penumpang ke halte bus transjakarta)," pungkasnya. (cok)

Minggu, Agustus 07, 2011

Kopaja AC Diusulkan Boleh Masuk Jalur Busway

JAKARTA, M86 – Bus Kopaja AC S-13 dengan trayek Slipi-Ragunan, akan beroperasi pada Senin 8 Agustus 2011 besok. Kemunculan bus Kopaja AC tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai terobosan baru.

Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna mengatatan, Bus Kopaja AC merupakan suatu trobosan yang sangat menarik dalam perubahan citra pelayanan umum. Bus tersebut, kata Yayat, bisa memberikan perbaikan citra positif dari penumpang terhadap transportasi umum. Terlebih jika Kopaja AC tersebut mampu membuat nyaman.

“Kopaja AC ini dapat menarik masyarakat untuk menanggalkan kendaraan pribadinya. Kapasitas 27 orang dalam keadaan duduk dan delapan orang berdiri serta tak akan mengambil penumpang jika memang sudah penuh menjadi daya tarik tersendiri,” kata Yayat, Minggu (7/8).

Namun, dia menyayangkan Kopaja AC ini hanya memiliki satu rute. Perlu diketahui, rute perjalanannya bus tersebut adalah Ragunan-TB Simatupang-Lebak Bulus-Arteri Pondok Indah-Gandaria- Velbak-Pakubuwono-CSW-Ratu Plaza-Senayan-Slipi-Grogol. “Dalam segi rute perjalanannya belum optimal. Karena hanya memiliki satu jalur,” tambahnya.

Dia menyarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta agar rute Kopaja AC ini bisa menggunakan jalur Bus TransJakarta yang dirasa jumlahnya masih kurang.

“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan Bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” pungkas Yayat. (cok)

Rabu, Agustus 03, 2011

Ada Masalah Teknis, Kopaja AC Ragunan-Slipi Ditunda

JAKARTA, M86 - Pengoperasian armada Koperasi Angkutan Jakarta S-13 AC jurusan Ragunan - Slipi yang dijadwalkan pada Rabu pagi, ditunda hingga Senin, 8 Agustus 2011.

Penundaan disebabkan beberapa masalah teknis yang belum diselesaikan, kata Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki kepada wartawan, Rabu (3/8).

Ia mengatakan, sejumlah masalah teknis tersebut antara lain surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang belum terbit, kemudian pintu depan-belakang seluruh armada bus belum siap dioperasikan.

Ia mengatakan, penundaan operasional Kopaja AC bertujuan mengoptimalkan sarana transportasi itu bagi masyarakat luas.
"Operasional Kopaja AC ini akan dimulai pada Senin mendatang jika seluruh persoalan teknis bisa diselesaikan," tuturnya.

Menurut Nanang, secara fisik 20 unit Kopaja AC siap beroperasi, namun bila dipaksakan, masyarakat yang menjadi pengguna layanan transportasi darat akan merasa tidak nyaman.

"Tahap awal, manajemen Kopaja mengoperasikan 20 unit armada dari total 75 bus yang selama ini beroperasi di jalur Ragunan - Slipi. Selanjutnya, secara bertahap seluruh bus Kopaja S-13 jurusan Ragunan - Slipi akan diganti dengan bus berfasilitas pendingin," katanya.

Nanang menjelaskan, penggantian bus Kopaja AC merupakan upaya untuk merebut pasar karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman dan nyaman.

"Penggantian armada bus Kopaja seiring dengan perombakan pola manajemen. Selama ini, sistem yang berlaku adalah kejar setoran. Tapi Kopaja menerapkan sistem baru yakni pemberian honor bagi sopir dan kondektur," jelasnya.

Perubahan manajemen tersebut, kata Nanang, diharapkan dapat memotivasi para sopir dan kondektur Kopaja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Mudah- mudahan tidak ada lagi aksi ugal-ugalan para sopir di jalanan saat membawa penumpang. Ini yang ingin kami ubah," katanya. (dya)

Selasa, Agustus 02, 2011

Besok, 20 Kopaja AC Beroperasi

JAKARTA, M86 - Jika selama ini pengguna angkutan umum, harus berpanas-panas ria jika ingin bepergian. Kini telah ada 20 unit Kopaja berfasilitas AC S-13 jurusan Ragunan-Slipi yang mulai dioperasikan, Rabu (3/8) besok. Rencananya, akan ada penambahan 75 Kopaja lagi untuk beberapa trayek lainnya di Jakarta.

"Untuk masa promosi ini, tarif kami samakan dengan Kopaja biasa, yaitu Rp 2.000," ucap David Pangaribuan, Direktur PT Sarana Monas Adiguna (SMA), operator yang ditunjuk oleh Kopaja untuk mengoperasikan Kopaja AC, Selasa (2/8).

Menurutnya, kedua puluh bus AC ini, merupakan peremajaan untuk mengganti bus yang sudah tua. Sopir dan kondektur yang mengoperasikan bus itu, juga telah mendapat pelatihan intensif dalam hal pelayanan. Selain itu, juga akan dijaga seorang petugas keamanan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di dalam bus.

David menambahkan, bus berkapasitas 35 penumpang ini, memiliki tampilan yang hampir serupa dengan bus Kopaja umumnya. Hanya saja untuk sistem di dalamnya lebih mirip bus Transjakarta. Kursinya pun relatif sama, begitu pula dengan sistem pintu masuk dan keluar penumpang.

Ditambahkannya, perubahan dari segi manajemen juga dilakukan, yakni upah sopir tidak lagi berdasarkan setoran melainkan sudah dengan sistem gaji. Dengan sistem ini, diharapkan dapat menghilangkan ulah ugal-ugalan para sopir bus yang biasanya terjadi karena untuk mengejar setoran.

"Jadi tidak ada lagi alasan mereka untuk menghilangkan kenyamanan penumpang. Untuk rekruitmen pun kita sangat ketat dan melalui proses training dan psikotes," tukasnya.

Rudi (46), mengaku senang bisa diterima jadi sopir Kopaja AC. Sebab, infonya di samping ia, anak, dan istri bakal dapat tunjangan Jamsostek, ada juga bonus, dan gaji bulanan. “Ya, sebulan bisa dapat Rp 2,5 juta," ungkapnya. (dya)

Rabu, Juli 27, 2011

Ratusan Orang "Bentrok" di Polda Metro Jaya

JAKARTA, M86 - Sekelompok masa saling serang di lapangan sepak bola Mapolda Metro Jaya. Kebanyakan dari mereka membawa senjata berupa batu dan rantai untuk menyerang kelompok lainnya. Jumlah masa ada sekira ratusan orang. Mereka juga berteriak saling maki membuat suasana semakin terpancing untuk melakukan tawuran. Tak pelak aksi tersebut menjadi tontonan masyarakat dan anggota Kepolisian yang berada di sekitar lapangan yang terletak ditengah komplek Mapolda Metro Jaya.

Tak lama, Kepolisian datang untuk menghalau aksi tersebut. Sekira 30 orang polisi bermotor langsung masuk ke tengah lapangan. Polisi yang coba membubarkan tak luput dari serangan massa yang melempar batu.

Mendapat serangan, salah satu pemimpin pasukan mencoba menenangkan masa. Karena terus dilempari batu gas air mata langsung ditembakkan ke arah masa yang terlibat tawuran.

Tapi jangan keget dulu, itu bukanlah tawuran sebenarnya. Aksi tersebut merupakan simulasi jika sewaktu-waktu ada tawuran.

"Ini cuma latihan saja untuk antisipasi tawuran untuk lebih jelasnya tanya saja ke Humas," ujar Direktur Samapta Kombes Priyo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (27/7).

Dari pantauan, ada sekira 30 anggota Patroli Motor Sabhara dilengkapi peralatan keamanan lengkap seperti body protector, masker pelindung gas air mata, senjata licin gas air mata dan kendaraan bermotor.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar mengatakan, pasukan tersebut sudah terbentuk sejak lama untuk diperbantukan meredam aksi masa. "Ini merupakan antisipasi awal yang cepat jika ada tawuran, demonstrasi dan aksi masa lainnya," ungkapnya. (dya)

Selasa, Juli 26, 2011

Pasca Hujan, 21 Rumah Ambles

JAKARTA, M86 - Hujan deras yang kemarin sore mengguyur Jakarta berimbas pada amblesnya tanah di perkampungan warga di RW 4 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Sebanyak 21 rumah warga terkena imbas dari peristiwa tersebut.

10 Rumah di RT 11 ambles di bagian belakang atau dapur dan kamar mandi. Sementara 11 rumah di RT 8 dan 12 retak-retak di bagian dindingnya. Seluruh rumah itu berbatasan dengan Apartamen Kalibata City. Pagar pembatas setinggi 2 meter yang memisahkan apartemen dengan perkampungan warga juga ikut ambles.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini. Namun, sejumlah warga mengungsi ke tempat lebih aman. Sebanyak 23 KK mengungsi ke sebuah mushola.

Kejadian amblesnya pagar pembatas tersebut terjadi pada Senin (25/7), kemarin, usai azan maghrib. Saat itu hujan deras tengah mengguyur dan akibatnya tanah ambles sedalam 3 meter karena terkikis air.

Pantauan di lapangan, peralatan dapur di rumah yang amblas tampak berserakan di tanah. "Enggak tahu kejadiannya, tiba-tiba rubuh sampai perabotan dapur jatuh ke bawah," ujar salah satu warga, ibu Surya, yang rumahnya ikut rusak di lokasi, Selasa (26/7).

Rumah yang kerusakannya paling parah terjadi pada rumah milik ibu Sri. Salah satu kerabat ibu Sri, Tugimin, mengaku sebenarnya warga sudah lama mengeluhkan tanah dan rumah yang retak-retak akibat pengerukan yang dilakukan PT Pradani Sukses Abadi selaku pengembang apartemen. "Sebelumnya sudah retak, warga juga sudah melapor kepada RT setempat," tuturnya.

Pagi ini, perwakilan warga telah berdialog dengan pengembang Apartemen Kalibata City di mushola setempat. Warga berniat menuntut pengembang apartemen untuk memberikan ganti rugi.

"Saya sebagai perwakilan warga di sini RW 4 meminta kebijakan dari pihak pengembang untuk segera mengatasi warga yang menjadi korban. Karena warga yang menjadi korban ini tidak berdaya," kata Wakil Ketua RW 4, Ahmad, usai pertemuan.

Minta Ganti Rugi Rp 15 Juta/Meter

Sementara itu 10 Rumah di RW 4 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan ambles karena hujan deras yang mengguyur Jakarta kemarin sore. Warga pun menuntut ganti rugi Rp 15 juta/meter kepada pengembang Apartemen Kalibata City, PT Pradani.

"Kita tidak mau kalau diperbaiki. Kita maunya ganti rugi Rp 15 juta/meter untuk setiap rumah," kata perwakilan warga yang sebagian rumahnya ambles, Didi, Selasa (26/7).

Didi yang ditemui tengah berjalan ke rumahnya yang ambles. Mukanya terlihat sedih tapi ketika ditanya perihal rumahnya yang ambles, ia langsung berbicara berapi-api.

Ia dan dua puluh satu warga lainnya khawatir bila rumahnya hanya diperbaiki maka suatu waktu bisa ambles lagi. Mereka menginginkan ganti rugi agar bisa mencari tempat tinggal lainnya.

"Kita jelas dirugikan baik materil maupun moril. Kita minta para pengembang tanggung jawab. Pembangunan apartemen itu sebelumnya tidak ada musyawarah dengan warga. Kami sangat merasa dirugikan," ujarnya dengan nada tinggi.

Seorang pegawai dari PT Pradani, Benny, ketika ditemui pun terkesan menghindar. Ia hanya menjawab pertanyaan dengan singkat kemudian berlalu.

"Nanti kita akan ganti rugi yaitu dengan rumah yang ambles itu akan kita perbaiki. Sementara penghuninya dicarikan kontrakan yang layak," imbuh Benny tanpa menjelaskan lebih lanjut lokasi kontrakan yang ia maksud.

10 Rumah di RT 11 ambles di bagian belakang atau dapur dan kamar mandi. Sementara 11 rumah di RT 8 dan 12 retak-retak di bagian dindingnya. Seluruh rumah itu berbatasan dengan Apartamen Kalibata City. Pagar pembatas setinggi 2 meter yang memisahkan apartemen dengan perkampungan warga juga ikut ambles.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini. Namun, sejumlah warga mengungsi ke tempat lebih aman. Sebanyak 23 KK mengungsi ke sebuah musala. Kejadian amblesnya pagar pembatas tersebut terjadi pada Senin (25/7), kemarin, usai azan maghrib. Saat itu hujan deras tengah mengguyur dan akibatnya tanah ambles sedalam 3 meter karena terkikis air. (red/*dtc)

Senin, Juli 25, 2011

Jalan Tembus Rasuna ke Casablanca Dibuka

JAKARTA, M86 - PT Bakrieland Development Tbk melalui manajemen Rasuna Epicentrum (unit usaha city property Bakrieland) meresmikan akses baru jalan tembus dari kawasan superblok Rasuna Epicentrum menuju Casablanca, Jakarta Selatan.

Jalan tembus yang langsung menghubungkan flyover Rasuna Said (dekat Menara Imperium), hingga ke Casablanca ini diprediksi dapat mengurangi beban Jalan Rasuna Said hingga 30 persen.

Menurut Managing Director Rasuna Epicentrum Agus J Alwie, jalan tembus ini merupakan bentuk tanggung jawab fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diberikan kepada warga yang tinggal dan bekerja di Rasuna Epicentrum atau Rasuna Said.

Dia menuturkan, akses jalan tembus yang memiliki lebar 12 meter dan panjang 600 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan dengan beroperasinya jalan tembus diharapkan menjadi jalan alternatif bagi pengendara untuk menghindari Jalan Rasuna Said yang kerap macet. "Jalan tembus ini juga untuk menghindari proyek jalan layang di underpass Casablanca," jelasnya.

Nantinya, jalan tembus ini tidak boleh dilalui oleh kendaraan angkutan umum seperti Metromini dan Kopaja. "Semua kendaraan umum kecuali taksi hanya boleh menggunakan Jalan Rasuna Said," tegas dia. (dya/vvn)

Kamis, Juli 21, 2011

Selama Ramadhan, Ormas Dilarang Lakukan Sweeping

JAKARTA, M86 - Untuk menciptakan kenyamanan dan kekhusyuan umat muslim saat menjalankan ibadah puasa, Satpol PP Jakarta Selatan akan mengerahkan sebanyak 100 personel yang akan bersiaga di setiap wilayah tersebut. Ada empat prioritas utama penertiban yang akan dilakuan Satpol PP Jakarta Selatan saat menjelang Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri nanti. Keempatnya yakni, razia minuman keras (miras), razia petasan, membersihkan umbul-umbul dan baliho liar serta menertibkan sejumlah kawasan yang rawan akan keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kasatpol PP Jakarta Selatan, Sulistiarto mengatakan, untuk mencegah datangnya para PMKS, pihaknya akan terlebih dahulu memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pengguna jalan untuk tidak memberikan sedekah di jalanan. “Bagi PMKS yang tetap membandel akan kami jaring dan kirim ke panti sosial. Tidak hanya itu, agar mereka jera, kami akan memulangkannya setelah Lebaran nanti,” tegas Sulistiarto, Kamis (21/7).

Secara khusus, dikatakan Sulistiarto, pihaknya juga akan meningkatkan intensitas penertiban terhadap peredaran miras dan petasan di 10 kecamatan yang ada di Jakarta Selatan.

Selama bulan Ramadhan nanti, ditambahkannya, Satpol PP bersama Sudin Pariwisata Jakarta Selatan juga akan memonitor tempat hiburan yang dikhawatirkan melanggar ketentuan jam operasional. Terlebih, untuk pengawasan tempat hiburan sudah ada komitmen antara pihaknya dengan pihak kepolisian untuk melarang keras aksi sweeping yang kerap dilakukan ormas. “Ormas tidak boleh melakukan aksi sweeping,” katanya.

Dirinya juga menegaskan, dari hasil rapim tingkat kota, disepakati, selama Ramadhan tidak diperbolehkan melakukan pemasangan baliho. “Sekalipun itu ucapan selamat puasa atau Idul Fitri, jika tidak berizin akan kami tindak,” tandasnya. (dya)

Rabu, Juli 20, 2011

Masih Banyak Aparat Salah Gunakan Rotator

JAKARTA, M86 — Mulai Rabu (20/7) ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melaksanakan penertiban lampu rotator pada kendaraan. Penyebabnya, masih banyak penggunaan lampu rotator tersebut menyalahi Undang-Undang Lalu Lintas.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Tomex Korniawan, Kamis (20/7) pagi, menjelaskan, pemasangan dan pemakaian lampu rotator itu diatur dalam Pasal 59 UU Nomor 22 Tahun 2009. "Jadi, tidak setiap kendaraan boleh dilengkapi lampu rotator dan jenis rotatornya pun tidak bisa semaunya," ujar Tomex.

Menurut UU tersebut, ada tiga jenis lampu rotator, yakni yang berwarna biru, merah, dan kuning. Penggunaan lampu rotator itu juga ada yang boleh dan tidak boleh dilengkapi sirine.

Berdasarkan UU, lampu rotator warna biru dan merah serta boleh dilengkapi sirine hanya untuk kendaraan dinas petugas Kepolisian Republik Indonesia. Lampu rotator merah dan dilengkapi sirine hanya untuk kendaraaan pengawalan oleh dan untuk aparat TNI, mobil kebakaran, mobil palang merah, mobil SAR, ambulans, dan mobil jenazah.

Adapun lampu rotator kuning dan bisa dilengkapi sirine hanya untuk kendaraan milik petugas patroli jalan tol yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan pengawalan. Lampu rotator kuning dan tidak boleh dilengkapi sirine hanya boleh digunakan untuk pengamanan atau pemantauan pelayanan dinas umum, semisal saat ada perbaikan fasilitas jalan umum.

Ketika disinggung masih terlihat pengunaan lampu rotator biru bukan kendaraan dinas Polri, Tomex Korniawan mengatakan, berdasarkan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lampu rotator biru dengan sirine ditetapkan hanya untuk kendaraan aparat Kepolisian RI.

"Undang-undang itu menjelaskan penggunaan rotator biru bermakna petugas kepolisian minta prioritas karena suatu hal berkaitan dengan tugas dan wewenangnya. Dan, masyarakat diminta undang-undang itu untuk mengizinkan petugas mendapat prioritas itu," kata Tomex.

Mengenai masih banyak kendaraan aparat keamanan dan pemerintah lainnya yang melanggar ketentuan tersebut, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini mengatakan, mungkin mereka belum paham Undang-Undang Lalu Lintas.

"Itu sebabnya pada Operasi Patuh Jaya 2011 kami juga melakukan penertiban pemasangan dan penggunaan mobil rotator untuk meningkatkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas dan penegakan hukum," kata Tomex. (red/*kcm)

Rabu, Juni 29, 2011

Awas Aksi Tipu Transferan Pulsa Kini Merambah ke Facebook

JAKARTA, M86 - Aksi Pulsa Mama yang biasa menyebar melalui SMS kini juga mulai merambah melalui situs jejaring sosial, baik facebook dan juga email.

Nah, Bagi anda yang mempuyai akun facebook dan berteman dengan teman lainnya, kini harus waspada lebih.

Sebab siapa tau, akun teman anda tersebut sudah dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk digunakan hal-hal tertentu, salah satunya adalah meminta pulsa untuk ditransfer ke nomor handphone.

Dari data yang diterima, Rabu (29/6) sudah beberapa akun facebook yang dibajak orang untuk digunakan sebagai jualan barang elektronik dan juga meminta sejumlah pulsa, alasannya beragam.

"Saya kaget, aja, tiba-tiba ada chat masuk dan langsung meminta uang pulsa, tadinya tidak curiga dikira itu teman saya, tapi lama-lama saya curiga, dengan bahasanya," kata Irwan pembaca Berita8.com melalui sambungan telpon.

Bahasa chat yang digunakan formal dan karakter bahasanya berbeda,"Dari bahasanya kita bisa tau, sebab keciri banget dah, dan saya juga kontek teman saya katanya sudah dibajak orang," tuturnya.

Hal yang sama juga pernah terjadi dan dialami oleh salah satu reporter Berita8.com, beberapa hari lalu akun facebook seorang anggota dewan daerah dibajak dan digunakan untuk meminta sejumlah pulsa dengan bahasa yang hampir sama.

Inilah salah satu bahasa yang biasa dipakai oleh pemita pulsa dari akun facebook yang berhasil dibajaknya.

* selamat siang

* lagi dimana nih

* lagi sibuk ya ?

* bisa ngga bantuin dlu

* bisa ngga isiin pulsa buat modem dulu nanti ku gantiin

* As100 nih nomor modem aku 085398037073
gimana .?

* bisa ngga ?

(red/*b8)

Kamis, Juni 23, 2011

Perubahan Iklim Penyebab Berkembangnya Wereng

YOGYAKARTA, M86 - Perubahan iklim merupakan salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan wereng batang cokelat yang merupakan hama tanaman padi, kata pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Triwibowo Yuwono.

"Curah hujan yang cukup tinggi di musim kemarau pada 2010 memberikan kondisi mikroklimat yang lembab, sehingga kondusif bagi tumbuh kembang hama wereng batang cokelat," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Selain itu, menurut dia, tidak adanya rotasi tanaman dan pola tanam padi yang tidak serempak juga menjadi penyebab meningkatnya populasi wereng batang cokelat. Dengan penanaman yang tidak serempak menjadikan pakan selalu tersedia bagi wereng.

"Oleh karena itu, kami mengimbau petani agar menanam padi secara serempak, dengan varietas tanaman dan umur yang sama dapat meminimalkan serangan wereng. Selain itu, juga menekan semaksimal mungkin penggunaan pestisida dalam pengendalian hama tersebut," katanya.

Ia mengatakan keberhasilan mengatasi wereng batang cokelat sangat ditentukan oleh kecepatan dan akurasi dalam mengambil keputusan serta skala pengelolaan yang mampu mengurangi terjadinya migrasi secara besar-besaran dan terus menerus.

Oleh karena itu, kerja sama dan sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi masalah wereng batang cokelat dan organisme pengganggu lainnya agar kebutuhan beras nasional tercukupi.

"Keterlibatan berbagai pihak secara intensif sangat mungkin mampu mengekstrapolasi keberhasilan mengatasi hama wereng batang cokelat," kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.(red/*ant)

Memalukan, Petisi 28 Ancam Wartawan di Gedung DPR

JAKARTA, M86 - Petisi 28 mengancam wartawan Jurnal Nasional, Rhama Deny, dalam sebuah diskusi di pressroom DPR RI. Peristiwa bermula ketika beberapa anggota Petisi 28 yang dimotori oleh Haris Rusli dan Firman Tendry ditemani oleh Anggota FPDIP, Eva Kusuma Sundari, menggelar jumpa pers terkait nasib TKI Ruyati yang dihukum pancung di Arab Saudi dan menggunakan isu ini untuk memakzulkan SBY sebagai Presiden.

Dengan penuh kebencian, mereka menghujat SBY sebagai Presiden yang gagal dan tidak pro rakyat. Mereka juga mencaci SBY sebagai Presiden yang tidak punya otak, tidak punya hati, tidak punya nurani, tidak punya mata dan tidak punya telinga untuk memperhatikan nasib rakyat.

Setelah mendengar itu semua, Rhama Deny yang bekerja di Jurnal Nasional yang dikenal sebagai media yang dimiliki kelompok SBY pun membantah hal itu dan tidak menerima pernyataan mereka.

Terjadilah perdebatan diantara peserta diskusi dan narasumber. Namun sayangnya narasumber yang mencaci maki SBY tidak terima ketika dicaci maki kembali oleh Deny sebagai orang-orang yang tidak memiliki agenda yang jelas.

"Kalau memang Anda semua mau memakzulkan SBY, ayo lakukan secara konstitusional. Bawa bukti-bukti yang Anda miliki mengenai pelanggaran konstitusi ke MK. Memakzulkan Presiden tidak bisa lewat pressroom DPR," ujar Deny di gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Deny pun melanjutkan pernyataannya kepada petisi 28 mengapa membenci sekali Presiden SBY dan menanyakan bahwa kondisi saat ini tidak bisa disalahkan pada SBY sendiri. Kondisi Indonesia seperti ini adalah akibat dari kegagalan seluruh lembaga yang ada di Indonesia.

"Kalau Anda katakan SBY tidak beres, maka saya katakan bahwa DPR juga tidak beres, MA juga tidak beres, KY juga tidak beres, parpol juga tidak beres. Terus kenapa SBY sendiri yang disalahkan? Harusnya kalau Anda mau adil, bubarkan saja itu lembaga Yudikatif, bubarkan lembaga Legislatif dan semua lembaga yang ada termasuk parpol karena semuanya tidak beres," imbuhnya.

Menurut Deny, kalaupun lembaga eksekutif tidak beres, namun lembaga yudikatif dan legislatifnya beres, maka semua masih bisa dijalankan. Negara seperti ini karena semua saling menyalahkan dan tidak menyadari kesalahannya.

"Satu saja lembaga di Indonesia beres, maka tidak akan seperti ini. Kalau Anda katakan eksektufi tidak beres sementara DPRnya beres, tidak akan seperti ini kondisinya. Saya tidak tahu mana yang tidak beres, eksekutif, legislatif atau yudikatifnya. Apa semuanya mau dibubarkan?," tanya Deny.

Tidak terima dengan pernyataan Deny yang keras, Harris Rusli dan Firman Tendry pun ngotot. Mereka semua tidak bisa menerima kritikan dari Deny dan tetap kukuh mengatakan SBY harus diturunkan.

Keributan pun terjadi lantaran Firman Tendry mengancam untuk berkelahi di DPR. Beberapa rekan wartawan pun meminta Deny untuk menenangkan diri.

Deny yang sudah emosi pun tidak terima dengan kemarahan anggota-anggota petisi 28. Menurut Deny, jika mereka boleh mencaci maki SBY, maka dia pun berhak untuk mencaci maki Petisi 28.

"Mereka boleh mencaci maki SBY, dan SBY diam saja, tapi ketika saya keluarkan pernyataan logis bahwa mereka tidak lebih dari sosok orang-orang yang mencari popularitas mereka marah. Harusnya mereka bantah juga dengan pernyataan dan bukan dengan emosi. Saya tidak tahu orang-orang seperti ini jika jadi pemimpin bangsa mau jadi apa, belum jadi apa-apa saja sudah sok kuasa," tandasnya. (red/*jno)
Related Posts with Thumbnails