JAKARTA, M86 - Memasuk hari kelima Ramadhan, Satpol PP Jakarta Selatan berhasil menertibkan sebanyak 3.088 spanduk dan umbul-umbul dari sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. Selain itu, petugas juga berhasil menjaring sebanyak 160 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang kerap menyerbu wilayah Jakarta Selatan saat memasuki bulan Ramadhan. Razia ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada warga dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
"Jumlah itu dari hasil razia sejak tanggal 25 Juli, dan akan terus kami intensifkan," ujar Sulistiarto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Selatan, Senin (8/8).
Dikatakan Sulistiarto, seluruh PMKS yang terjaring langsung dikirim ke Panti Sosial Kedoya dan Panti Sosial Cengkareng untuk diberi pembinaan. "Hingga kini, kami sudah mengamankan sebanyak 3.088 spanduk dan umbul-umbul di sekitar Jakarta Selatan. Baik itu iklan ataupun ucapan selamat puasa dari siapapun," ungkapnya.
Mulai Senin (8/8) hari ini, ditambahkan Sulistiarto, pihaknya juga akan kembali menertibkan spanduk maupun billboard ilegal yang masih terpampang di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. “Sesuai instruksi Kasatpol PP DKI Jakarta, mulai Senin (8/8) besok kami kembali menertibkan spanduk maupun billboard,” katanya.
Sejak awal Ramadhan, diungkapkan Sulistiarto, pihaknya juga berhasil menyita sebanyak 1.500 botol minuman keras (miras). (dya)
Senin, Agustus 08, 2011
Ramai-ramai Coba Kopaja AC Ragunan-Grogol
JAKARTA, M86 - Kehadiran bus Kopaja AC jurusan Ragunan-Grogol disambut antusias warga ibukota. Baru beroperasi, bus bertarif Rp 2.000 langsung penuh dengan penumpang.
Pantauan di lapangan, Senin (8/8), hampir seluruh kursi dalam bus Kopaja AC ini sudah terisi penuh. Dua orang kondektur yang salah seorang di antaranya perempuan melayani penumpang dengan senyuman."Ini ingin coba saja," kata seorang penumpang, Sarjiman, sambil tertawa.
Sarjiman menikmati perjalanannya dalam Kopaja AC bersama seorang rekannya.
Moda transportasi teranyar ini membuatnya sumringah. Sarjiman berharap jurusan lainnya juga beralih menjadi bus AC. "Kalau begini kan enak, cakep dah," kata dia dengan logat Betawi yang kental.
Hal serupa juga dilakukan Indra. Pria ini sengaja menumpang Bus Kopaja AC untuk sekadar menyambangi temannya di daerah Grogol."Kalau bisa sih kalau tarifnya naik enggak usah banyak-banyak," kata Indra.(dya)
Pantauan di lapangan, Senin (8/8), hampir seluruh kursi dalam bus Kopaja AC ini sudah terisi penuh. Dua orang kondektur yang salah seorang di antaranya perempuan melayani penumpang dengan senyuman."Ini ingin coba saja," kata seorang penumpang, Sarjiman, sambil tertawa.
Sarjiman menikmati perjalanannya dalam Kopaja AC bersama seorang rekannya.
Moda transportasi teranyar ini membuatnya sumringah. Sarjiman berharap jurusan lainnya juga beralih menjadi bus AC. "Kalau begini kan enak, cakep dah," kata dia dengan logat Betawi yang kental.
Hal serupa juga dilakukan Indra. Pria ini sengaja menumpang Bus Kopaja AC untuk sekadar menyambangi temannya di daerah Grogol."Kalau bisa sih kalau tarifnya naik enggak usah banyak-banyak," kata Indra.(dya)
Hari Ini, Kopaja AC Mulai Layani Masyarakat
JAKARTA, M86 - Pilihan moda transportasi massal bagi warga Ibu Kota bertambah satu. Rencananya hari ini resmi Kopaja AC dengan trayek S-13 yang melayani rute Slipi-Ragunan beroperasi.
Proyek transportasi yang merupakan kerja sama antara Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dengan PT Sarana Monas Adiguna ini diluncurkan sebanyak 20 unit. "Jam beroperasi disetting di dua tempat, 10 unit dari Grogol, dan 10 unit lagi dari Ragunan belakang," terang Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan, Senin (8/8).
Kopaja AC merupakan generasi baru bus kota di Jakarta. Untuk tahap pertama, kata Billy, Kopaja AC diluncurkan sebanyak 20 unit, namun akan ada penambahan hingga jumlahnya menjadi 75 unit.
Sesuai namanya, bus ini dilengkapi fasilitas Air Conditioner (AC). Yang spesial lagi dari Kopaja AC adalah sistem angkut penumpang yang diberlakukan. Tidak seperti bus kota Kopaja biasa yang seringkali kelebihan muatan atau berdesak-desakan, Billy menjamin Kopaja AC maksimal hanya mengangkut 35 penumpang.
Jika awak Kopaja AC yakni sopir dan kernet nekad mengangkut lebih dari jumlah maksimal yang ditetapkan, dia menegaskan akan ada sanksi tegas, dari mulai surat peringatan hingga teguran keras. "Kami mengutamakan Consumer Safety and Satisfied (CSS)," katanya.
Adapun tarif yang diberlakukan hari ini menurut Billy, masih tarif promosi sebesar Rp2.000. Namun perihal sampai kapan tarif promosi ini berlaku, dia belum bisa memastikan. "Nantinya akan ada kebijakan lanjut hingga tarif normal akan kami kabari. Saat ini masih promosi," tegasnya.
Rute yang akan dilewati Kopaja AC ini adalah Ragunan-TB Simatupang - Lebak Bulus - Arteri Pondok Indah - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - CSW - Ratu Plaza - Senayan - Slipi dan Grogol.
Secara fisik Kopaja ini memiliki warna dominant silver hijau, berbeda dengan warna hijau putih sebelumnya. Bus yang memiliki 27 kursi ini nantinya hanya boleh mengangkut 35 penumpang saja, atau toleransi penumpang berdiri hanya delapan orang. Dalam masa uji coba ini penumpang dikenai tarif Rp 2.000.
Jadi Feeder Busway
Namun demikian sebagian masyarakat menaruh harapan besar agar bus kota jenis ini tidak hanya melayani satu rute dengan trayek Slipi-Ragunan, tetapi juga bisa menjangkau daerah lainnya. Bahkan, jika perlu menjadi tambahan bus TransJakarta atau busway yang jumlahnya dirasa masih kurang.
“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” kata Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.
Menanggapi masukan ini, Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan mengaku keberatan dengan hal tersebut. Kendati, dirinya mengaku pasrah jika itu jadi keinginan pemerintah DKI Jakarta. "Saya keberatan karena target kami menjadikan bus ini sebagai feeder bus TransJakarta (pengantar penumpang ke halte bus transjakarta)," pungkasnya. (cok)
Proyek transportasi yang merupakan kerja sama antara Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dengan PT Sarana Monas Adiguna ini diluncurkan sebanyak 20 unit. "Jam beroperasi disetting di dua tempat, 10 unit dari Grogol, dan 10 unit lagi dari Ragunan belakang," terang Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan, Senin (8/8).
Kopaja AC merupakan generasi baru bus kota di Jakarta. Untuk tahap pertama, kata Billy, Kopaja AC diluncurkan sebanyak 20 unit, namun akan ada penambahan hingga jumlahnya menjadi 75 unit.
Sesuai namanya, bus ini dilengkapi fasilitas Air Conditioner (AC). Yang spesial lagi dari Kopaja AC adalah sistem angkut penumpang yang diberlakukan. Tidak seperti bus kota Kopaja biasa yang seringkali kelebihan muatan atau berdesak-desakan, Billy menjamin Kopaja AC maksimal hanya mengangkut 35 penumpang.
Jika awak Kopaja AC yakni sopir dan kernet nekad mengangkut lebih dari jumlah maksimal yang ditetapkan, dia menegaskan akan ada sanksi tegas, dari mulai surat peringatan hingga teguran keras. "Kami mengutamakan Consumer Safety and Satisfied (CSS)," katanya.
Adapun tarif yang diberlakukan hari ini menurut Billy, masih tarif promosi sebesar Rp2.000. Namun perihal sampai kapan tarif promosi ini berlaku, dia belum bisa memastikan. "Nantinya akan ada kebijakan lanjut hingga tarif normal akan kami kabari. Saat ini masih promosi," tegasnya.
Rute yang akan dilewati Kopaja AC ini adalah Ragunan-TB Simatupang - Lebak Bulus - Arteri Pondok Indah - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - CSW - Ratu Plaza - Senayan - Slipi dan Grogol.
Secara fisik Kopaja ini memiliki warna dominant silver hijau, berbeda dengan warna hijau putih sebelumnya. Bus yang memiliki 27 kursi ini nantinya hanya boleh mengangkut 35 penumpang saja, atau toleransi penumpang berdiri hanya delapan orang. Dalam masa uji coba ini penumpang dikenai tarif Rp 2.000.
Jadi Feeder Busway
Namun demikian sebagian masyarakat menaruh harapan besar agar bus kota jenis ini tidak hanya melayani satu rute dengan trayek Slipi-Ragunan, tetapi juga bisa menjangkau daerah lainnya. Bahkan, jika perlu menjadi tambahan bus TransJakarta atau busway yang jumlahnya dirasa masih kurang.
“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” kata Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.
Menanggapi masukan ini, Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari Sinungan mengaku keberatan dengan hal tersebut. Kendati, dirinya mengaku pasrah jika itu jadi keinginan pemerintah DKI Jakarta. "Saya keberatan karena target kami menjadikan bus ini sebagai feeder bus TransJakarta (pengantar penumpang ke halte bus transjakarta)," pungkasnya. (cok)
Minggu, Agustus 07, 2011
Kopaja AC Diusulkan Boleh Masuk Jalur Busway
JAKARTA, M86 – Bus Kopaja AC S-13 dengan trayek Slipi-Ragunan, akan beroperasi pada Senin 8 Agustus 2011 besok. Kemunculan bus Kopaja AC tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai terobosan baru.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna mengatatan, Bus Kopaja AC merupakan suatu trobosan yang sangat menarik dalam perubahan citra pelayanan umum. Bus tersebut, kata Yayat, bisa memberikan perbaikan citra positif dari penumpang terhadap transportasi umum. Terlebih jika Kopaja AC tersebut mampu membuat nyaman.
“Kopaja AC ini dapat menarik masyarakat untuk menanggalkan kendaraan pribadinya. Kapasitas 27 orang dalam keadaan duduk dan delapan orang berdiri serta tak akan mengambil penumpang jika memang sudah penuh menjadi daya tarik tersendiri,” kata Yayat, Minggu (7/8).
Namun, dia menyayangkan Kopaja AC ini hanya memiliki satu rute. Perlu diketahui, rute perjalanannya bus tersebut adalah Ragunan-TB Simatupang-Lebak Bulus-Arteri Pondok Indah-Gandaria- Velbak-Pakubuwono-CSW-Ratu Plaza-Senayan-Slipi-Grogol. “Dalam segi rute perjalanannya belum optimal. Karena hanya memiliki satu jalur,” tambahnya.
Dia menyarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta agar rute Kopaja AC ini bisa menggunakan jalur Bus TransJakarta yang dirasa jumlahnya masih kurang.
“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan Bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” pungkas Yayat. (cok)
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna mengatatan, Bus Kopaja AC merupakan suatu trobosan yang sangat menarik dalam perubahan citra pelayanan umum. Bus tersebut, kata Yayat, bisa memberikan perbaikan citra positif dari penumpang terhadap transportasi umum. Terlebih jika Kopaja AC tersebut mampu membuat nyaman.
“Kopaja AC ini dapat menarik masyarakat untuk menanggalkan kendaraan pribadinya. Kapasitas 27 orang dalam keadaan duduk dan delapan orang berdiri serta tak akan mengambil penumpang jika memang sudah penuh menjadi daya tarik tersendiri,” kata Yayat, Minggu (7/8).
Namun, dia menyayangkan Kopaja AC ini hanya memiliki satu rute. Perlu diketahui, rute perjalanannya bus tersebut adalah Ragunan-TB Simatupang-Lebak Bulus-Arteri Pondok Indah-Gandaria- Velbak-Pakubuwono-CSW-Ratu Plaza-Senayan-Slipi-Grogol. “Dalam segi rute perjalanannya belum optimal. Karena hanya memiliki satu jalur,” tambahnya.
Dia menyarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta agar rute Kopaja AC ini bisa menggunakan jalur Bus TransJakarta yang dirasa jumlahnya masih kurang.
“Kalau Kopaja ini bisa masuk busway, ya sekalian bisa menjadi tambahan Bus TransJakarta yang saat ini armadanya masih kurang. Masyarakat pasti tertarik naik Kopaja AC ini,” pungkas Yayat. (cok)
Rabu, Agustus 03, 2011
Ada Masalah Teknis, Kopaja AC Ragunan-Slipi Ditunda
JAKARTA, M86 - Pengoperasian armada Koperasi Angkutan Jakarta S-13 AC jurusan Ragunan - Slipi yang dijadwalkan pada Rabu pagi, ditunda hingga Senin, 8 Agustus 2011.
Penundaan disebabkan beberapa masalah teknis yang belum diselesaikan, kata Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki kepada wartawan, Rabu (3/8).
Ia mengatakan, sejumlah masalah teknis tersebut antara lain surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang belum terbit, kemudian pintu depan-belakang seluruh armada bus belum siap dioperasikan.
Ia mengatakan, penundaan operasional Kopaja AC bertujuan mengoptimalkan sarana transportasi itu bagi masyarakat luas.
"Operasional Kopaja AC ini akan dimulai pada Senin mendatang jika seluruh persoalan teknis bisa diselesaikan," tuturnya.
Menurut Nanang, secara fisik 20 unit Kopaja AC siap beroperasi, namun bila dipaksakan, masyarakat yang menjadi pengguna layanan transportasi darat akan merasa tidak nyaman.
"Tahap awal, manajemen Kopaja mengoperasikan 20 unit armada dari total 75 bus yang selama ini beroperasi di jalur Ragunan - Slipi. Selanjutnya, secara bertahap seluruh bus Kopaja S-13 jurusan Ragunan - Slipi akan diganti dengan bus berfasilitas pendingin," katanya.
Nanang menjelaskan, penggantian bus Kopaja AC merupakan upaya untuk merebut pasar karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman dan nyaman.
"Penggantian armada bus Kopaja seiring dengan perombakan pola manajemen. Selama ini, sistem yang berlaku adalah kejar setoran. Tapi Kopaja menerapkan sistem baru yakni pemberian honor bagi sopir dan kondektur," jelasnya.
Perubahan manajemen tersebut, kata Nanang, diharapkan dapat memotivasi para sopir dan kondektur Kopaja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Mudah- mudahan tidak ada lagi aksi ugal-ugalan para sopir di jalanan saat membawa penumpang. Ini yang ingin kami ubah," katanya. (dya)
Penundaan disebabkan beberapa masalah teknis yang belum diselesaikan, kata Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki kepada wartawan, Rabu (3/8).
Ia mengatakan, sejumlah masalah teknis tersebut antara lain surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang belum terbit, kemudian pintu depan-belakang seluruh armada bus belum siap dioperasikan.
Ia mengatakan, penundaan operasional Kopaja AC bertujuan mengoptimalkan sarana transportasi itu bagi masyarakat luas.
"Operasional Kopaja AC ini akan dimulai pada Senin mendatang jika seluruh persoalan teknis bisa diselesaikan," tuturnya.
Menurut Nanang, secara fisik 20 unit Kopaja AC siap beroperasi, namun bila dipaksakan, masyarakat yang menjadi pengguna layanan transportasi darat akan merasa tidak nyaman.
"Tahap awal, manajemen Kopaja mengoperasikan 20 unit armada dari total 75 bus yang selama ini beroperasi di jalur Ragunan - Slipi. Selanjutnya, secara bertahap seluruh bus Kopaja S-13 jurusan Ragunan - Slipi akan diganti dengan bus berfasilitas pendingin," katanya.
Nanang menjelaskan, penggantian bus Kopaja AC merupakan upaya untuk merebut pasar karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman dan nyaman.
"Penggantian armada bus Kopaja seiring dengan perombakan pola manajemen. Selama ini, sistem yang berlaku adalah kejar setoran. Tapi Kopaja menerapkan sistem baru yakni pemberian honor bagi sopir dan kondektur," jelasnya.
Perubahan manajemen tersebut, kata Nanang, diharapkan dapat memotivasi para sopir dan kondektur Kopaja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Mudah- mudahan tidak ada lagi aksi ugal-ugalan para sopir di jalanan saat membawa penumpang. Ini yang ingin kami ubah," katanya. (dya)
Selasa, Agustus 02, 2011
Besok, 20 Kopaja AC Beroperasi
JAKARTA, M86 - Jika selama ini pengguna angkutan umum, harus berpanas-panas ria jika ingin bepergian. Kini telah ada 20 unit Kopaja berfasilitas AC S-13 jurusan Ragunan-Slipi yang mulai dioperasikan, Rabu (3/8) besok. Rencananya, akan ada penambahan 75 Kopaja lagi untuk beberapa trayek lainnya di Jakarta.
"Untuk masa promosi ini, tarif kami samakan dengan Kopaja biasa, yaitu Rp 2.000," ucap David Pangaribuan, Direktur PT Sarana Monas Adiguna (SMA), operator yang ditunjuk oleh Kopaja untuk mengoperasikan Kopaja AC, Selasa (2/8).
Menurutnya, kedua puluh bus AC ini, merupakan peremajaan untuk mengganti bus yang sudah tua. Sopir dan kondektur yang mengoperasikan bus itu, juga telah mendapat pelatihan intensif dalam hal pelayanan. Selain itu, juga akan dijaga seorang petugas keamanan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di dalam bus.
David menambahkan, bus berkapasitas 35 penumpang ini, memiliki tampilan yang hampir serupa dengan bus Kopaja umumnya. Hanya saja untuk sistem di dalamnya lebih mirip bus Transjakarta. Kursinya pun relatif sama, begitu pula dengan sistem pintu masuk dan keluar penumpang.
Ditambahkannya, perubahan dari segi manajemen juga dilakukan, yakni upah sopir tidak lagi berdasarkan setoran melainkan sudah dengan sistem gaji. Dengan sistem ini, diharapkan dapat menghilangkan ulah ugal-ugalan para sopir bus yang biasanya terjadi karena untuk mengejar setoran.
"Jadi tidak ada lagi alasan mereka untuk menghilangkan kenyamanan penumpang. Untuk rekruitmen pun kita sangat ketat dan melalui proses training dan psikotes," tukasnya.
Rudi (46), mengaku senang bisa diterima jadi sopir Kopaja AC. Sebab, infonya di samping ia, anak, dan istri bakal dapat tunjangan Jamsostek, ada juga bonus, dan gaji bulanan. “Ya, sebulan bisa dapat Rp 2,5 juta," ungkapnya. (dya)
"Untuk masa promosi ini, tarif kami samakan dengan Kopaja biasa, yaitu Rp 2.000," ucap David Pangaribuan, Direktur PT Sarana Monas Adiguna (SMA), operator yang ditunjuk oleh Kopaja untuk mengoperasikan Kopaja AC, Selasa (2/8).
Menurutnya, kedua puluh bus AC ini, merupakan peremajaan untuk mengganti bus yang sudah tua. Sopir dan kondektur yang mengoperasikan bus itu, juga telah mendapat pelatihan intensif dalam hal pelayanan. Selain itu, juga akan dijaga seorang petugas keamanan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di dalam bus.
David menambahkan, bus berkapasitas 35 penumpang ini, memiliki tampilan yang hampir serupa dengan bus Kopaja umumnya. Hanya saja untuk sistem di dalamnya lebih mirip bus Transjakarta. Kursinya pun relatif sama, begitu pula dengan sistem pintu masuk dan keluar penumpang.
Ditambahkannya, perubahan dari segi manajemen juga dilakukan, yakni upah sopir tidak lagi berdasarkan setoran melainkan sudah dengan sistem gaji. Dengan sistem ini, diharapkan dapat menghilangkan ulah ugal-ugalan para sopir bus yang biasanya terjadi karena untuk mengejar setoran.
"Jadi tidak ada lagi alasan mereka untuk menghilangkan kenyamanan penumpang. Untuk rekruitmen pun kita sangat ketat dan melalui proses training dan psikotes," tukasnya.
Rudi (46), mengaku senang bisa diterima jadi sopir Kopaja AC. Sebab, infonya di samping ia, anak, dan istri bakal dapat tunjangan Jamsostek, ada juga bonus, dan gaji bulanan. “Ya, sebulan bisa dapat Rp 2,5 juta," ungkapnya. (dya)
Langganan:
Postingan (Atom)